BERITA LOMBOK

Lombok Barat – Pemda Lobar telah mengusulkan kebutuhan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024 sebanyak 300 formasi, baik untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) maupun calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Kepala BKDPSDM Lobar, Jamaludin mengatakan berkurangnya rencana usulan itu lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah. Selain itu, belum ada kepastian dari pemerintah pusat untuk menanggung penggajian PPPK yang direkrut di 2024 ini.

“Sekitar tiga ratusan kita usulkan,” ujar Jamal, Kamis (01/02/2024). Ia pun tak membantah berkurangnya jumlah formasi yang diusulkan itu lantaran melihat kondisi fiskal daerah untuk penggajian.

Terlebih, belum ada kepastian apakah penggajian PPPK tersebut bersumber dari pusat. Akibatnya, pemda pun tak bisa mengusulkan ribuan formasi seperti yang direncanakan di awal. “Iya belum ada (kabar pemerintah pusat),” imbuhnya.

Karena itu pihaknya mengusulkan formasi sesuai dengan jumlah pegawai yang pensiun tahun ini atau sistem zero growth. Sebab diakuinya, jumlah pegawai Lobar yang pensiun setiap tahunnya bisa mencapai 259 orang.

Usulan formasi yang diajukan tahun ini akan mengakomodir jabatan-jabatan yang golongannya dipersamakan dengan golongan I dan II di CPNS. Nantinya akan diakomodir pula beberapa jabatan non ASN, THK2 serta kualifikasi pendidikan SD dan SMP yang selama ini belum pernah ada kesempatan mengikuti kompetisi.

Hal itu diakuinya sesuai dengan aturan Kemenpan RB tentang nomenklatur jabatan pelaksana yang baru yang memungkinkan untuk itu, sehingga jabatan pelaksana dapat diduduki oleh PPPK. “Belum ada kepastian dari pusat soal sumber pembiayaan gajinya, sehingga untuk sementara ini fokusnya di zero, growth artinya jumlah yang pensiun,” tandas Jamal.

Sumber Bacaan : https://insidelombok.id/